Selecting and Breeding Parent Goldfish

Memilih dan Berternak Indukan Maskoki
A. Memilih Indukan Maskoki
Memilih indukan Maskoki adalah salah satu hal paling penting dalam proses pembiakkan Maskoki yang terjamin dengan tingkat kelangsungan hidup tinggi. Indukan Maskoki yang baik diharapkan memiliki sifat genetika yang tulen, fisik yang bagus, warna yang menarik, sisik yang rapi, sehat dan gaya renang yang anggun. Seorang peternak yang berpengalaman akan memilih indukan Maskoki yang memiliki standar-standar ini, dengan usia di atas satu tahun (bisa juga sekitar 2 atau 3 tahun), dengan tujuan agar dapat menghasilkan telur yang berkualitas.
Langkah pemilihan indukan yang terbaik bisa dimulai saat calon indukan masih berukuran burayak. Pilihlah burayak calon indukan yang memiliki warna cerah, cepat bertumbuh, dan yang mempunyai kondisi fisik menarik yang pantas untuk dijadikan sebagai indukan Maskoki. Lakukan seleksi ketat ini dalam jangka panjang, sehingga Ikan Maskoki dengan kualitas yang luar biasa bisa didapatkan setelah melewati beberapa generasi.

B. Identifikasi Jenis Kelamin
Maskoki jantan dan Maskoki betina memiliki beberapa perbedaan di fisik eksternalnya. Perbedaan ini bisa dijadikan sebagai identifikasi untuk menentukan jenis kelamin Maskoki. Yaitu:
1) Bentuk tubuh
Maskoki betina cenderung berbadan pendek. Sirip dadanya berbentuk oval dengan karakteristik tipis dan halus. Perutnya terlihat bulat besar karena memiliki indung telur di dalamnya. Sedangkan Maskoki jantan cenderung berbadan panjang. Sirip dadanya agak panjang dengan karakteristik tebal dan kuat, serta ada bintik-bintik putih seperti garam di tepi tulang siripnya.
2) Sifat kekerasan di perut
Sisik di daerah dekat anus hingga daerah dekat sirip perut tersusun rapat dan tertata seperti sebuah garis lurus; perutnya keras. Pola seperti ini tidak terdapat di Maskoki betina, sebab sisik yang terdapat di daerah ini besar dan tersusun longgar; serta perutnya empuk.
3) Lubang anus
Maskoki jantan memiliki lubang anus yang kecil dan lonjong oval. Jika dilihat dari tampak samping, lubang anus ini terlihat seolah tertekan atau berbentuk datar. Sedangkan Maskoki betina memiliki lubang anus yang besar dan bulat. Dan jika dilihat dari tampak samping, lubang anus ini terlihat menonjol keluar.
4) Organ mutiara
Di musim kawin, ada banyak bintik putih di sekitar pipi (dekat insang) dan tepi sirip dada Maskoki jantan. Bintik putih ini terasa kasar bila diraba. Bintik ini dinamakan sebagai “pearl organ” (organ mutiara). Ini merupakan tanda kematangan kelamin kedua, yang kemunculannya disebabkan oleh hormon. Tanda ini tidak muncul pada Maskoki betina.
5) Posisi berenang
Sirip dada yang lebih panjang membuat Maskoki jantan dapat berenang lebih cepat daripada Maskoki betina. Maskoki jantan juga lebih sensitif daripada Maskoki betina. Ketika Maskoki sedang melakukan pemijahan (kawin), yang lebih agresif untuk mengejar adalah Maskoki jantan.
6) Warna tubuh
Warna tubuh pada Maskoki jantan dan Maskoki betina berbeda. Perbedaan ini paling tampak di Maskoki dewasa yang berwarna calico dan merah-putih.

C. Berternak
Indukan Maskoki yang sudah dipersiapkan bisa dikawin-silangkan dengan Maskoki varietas yang berbeda pada akhir musim dingin. Penting untuk meningkatkan kualitas manajemen air dan pemberian pakan yang cukup, sehingga kelenjar kelamin (gonad) dapat berkembang. Di musim semi, Maskoki dengan jenis kelamin yang berbeda harus dipisahkan sampai kelenjar kelaminnya matang. Pertemukan Maskoki betina dan Maskoki jantan dan stimulasikan pemijahan mereka di dalam temperatur air yang cocok bersama dengan persiapan lainnya.
D. Proporsi dan Kepadatan Berternak
Kepadatan indukan Maskoki yang diternakan tidak boleh terlalu sedikit ataupun terlalu banyak. Pada umumnya, kepadatan berternak dengan 4-5 ekor Maskoki per meter persegi sudah cukup kondusif. Semakin besar ukuran indukan Maskoki, semakin kecil pula tingkat kepadatannya. Proporsi dalam pemijahan antara indukan Maskoki betina dan indukan Maskoki jantan denagn ratio 1:2 atau 2:3.
Selecting and Breeding Parent Goldfish

A、Selecting parent goldfish
B、Sexual identification
Female and male goldfish are different in external feature. There are some ways to identify its sex.
1).Body shape
Female goldfish is short and round. Her oval pectoral fin is characterized soft and broad. She has a big abdomen filled with eggs. While male goldfish is long and his longer diamond pectoral fin is thick and hard.
2).The hardness of abdomens
Scales from vent to pelvic fin in male body are rowed closely and form a line, which feels hard. This isn't real in female body because her scales are big and arranged loosely.

3).Vent
Male goldfish has a long and small opening vent. From side view, the vent is depressed inside or flat. However, vent in female goldfish is opposite to those.
4).Pearl organ
In the spawning season, these are many white protuberances on operculum and the first dorsal spine. They are called pearl organ. It is taken for secondary sexual feature, which is stimulated by hormone from spermary. But female goldfish has not.
5).Swimming position
For a longer pectoral fin a male goldfish swims faster than female one. And male goldfish is more sensitive than female one. During spawning, those who are chasing other fish must be male.
6).Body color
As to body color they are different. It is apparent in mature calico and red and white gold-fish.

C、Breeding
Prepared parent goldfish can be bred fixing with other goldfish at the end of winter. It is necessary to enhance water quality management and make reasonable feeding so that the gonad can get full growth. In the next spring, different sexual goldfish must be separated until gonad is mature. Put female and male goldfish together and stimulate their spawning at proper water temperature and sufficient preparation ahead.
D、Breeding density and breeding proportion
The density for parent goldfish should remain neither loose nor tight. Generally, breeding density with 4-5 pieces per square meter is much better. Larger the size of parent fish is and looser the density is. It is also right to the contrary. Do keep the proportion between female and male 1:2 or 2:3.












